Nama : Yelpi
Pertiwi
Kelas : 3EA25
NPM :
17215230
Tugas : Ekonomi Koperasi
REVIEW JURNAL
A. Judul : Strategi
Pengembangan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Dalam Pembiayaan Usaha
Mikro di Kecamatan Tanjungsari, Sumedang
B. Jurnal : Manajemen
IKM
C. Sumber :
http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalmpi/
D. Vol
dan Hal : Vol 8 No 1 dan Hal
27-35
E. Tahun
: 2013
F. Penulis :
Mochamad Hasjim Bintoro dan Soewarno Tjokro Soekarto
G. Reviewer :
Yelpi Pertiwi 17215230
H. Tanggal :
14 Oktober 2017
I. Latar
Belakang dan Tujuan:
- Latar Belakang : Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) sebagai
lembaga keuangan mikro
syariah memiliki peran strategik dalam perluasan
lapangan kerja dan
mengurangi kemiskinan. KJKS berperan sebagai
agent of asset distribution
untuk memberdayakan ekonomi
masyarakat, melalui kegiatan baitul maal
yang berfungi sebagai lembaga sosial dan baitul tamwil sebagai lembaga
bisnis dengan pola syariah. Pelaku usaha mikro pada krisis ekonomi yang
terjadi di Indonesia tahun 1998,
ternyata dapat bertahan dan tetap eksis dalam
perekonomian nasional. Hal
tersebut disebabkan usaha mikro bukan usaha yang
padat modal,
tetapi padat karya dan lebih banyak
menggunakan sumber daya
lokal. KJKS memiliki peran strategik dalam
perluasan lapangan kerja dan
mengurangi
kemiskinan. Optimasi zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf (ziswaf)
melalui usaha produktif yang
berkesinambungan oleh baitul maal KJKS akan
bermuara pada pengurangan penduduk miskin. Disinilah KJKS dapat
berperan
sebagai agent of asset distribution untuk memberdayakan
ekonomi masyarakat.
KJKS melalui kegiatan baitul maal berfungi
sebagai lembaga sosial dan melalui
kegiatan baitul tamwil berfungsi
sebagai lembaga bisnis yang profit oriented
dengan pola syariah.
- Tujuan penelitian adalah: 1. Mengidentifikasi
aspek-aspek yang dimiliki KJKS
2.
Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dapat
menunjukkan posisi Koperasi dan peluangnya
3. Menyusun rumusan dan
alternatif strategi yang tepat untuk
pengembangan KJKS
J. Subjek :
UMKM
K. Metode : - Jenis
Data : Data Primer dan Data Sekunder
- Teknik
Pengumpulan Data : Studi pustaka, Observasi Lapangan, Kuesioner,
Kertas Kerja dan Wawancara dengan pendekatan
keahlian (pengurus/pengelola dan pakar
- Analisis
Data : 1.
Data : - Kualitatif (menggambarkan profil,
produk, proses proses kegiatan usaha KJKS, menggambarkan matriks Internal
Factor Evaluation (IFE), External Factor
Evaluation (EFE), Internal-External (IE)
- Kuantitatif
(melakukan tabulasi
perhitungan atas penilaian kesehatan dan
pembobotan atas IFE,
EFE, dan IE).
2. Alat uji : Teknik non-probability
sampling
menggunakan rumus slovin
3. Tahapan: Melalui studi kasus,
observasi
lapangan dan wawancara dengan
pendekatan keahlian (pengurus/
pengelola dan pakar) dan kuisioner.
L. Hasil : Nilai total volume usaha koperasi
pada tahun 2011 Rp95.06 triliun atau rata-
rataper provinsi Rp2.88 triliun.
Dalam aspek perkoperasian dan
promosi ekonomi
anggota, capaian yang diperoleh adalah:
a. Rasio
partisipasi bruto 100% (sepenuhnya melayani kebutuhan pembiayaan
anggota)
b. Rasio
promosi ekonomi anggota 56,32% berada pada predikat tinggi, telah
mampu memberikan
manfaat bagi anggota
c. Mutu
layanan KJKS BMT Mardlotillah mempengaruhi 55,23% kepuasan
anggota, dengan faktor dominan melalui daya tanggap
dan empati pada anggota
d. Kepuasan
anggota terhadap mutu layanan juga menunjukkan tingkat kepuasan
nyata karena
74% puas terhadap mutu pelayanan KJKS BMT Mardlotillah.
Kepuasan anggota
membuat keinginan untuk menyampaikan pengalaman
baiknya atas pelayanan (74%),
keinginan untuk tetap menggunakan jasa
Koperasi (72%) dan kemauan
mengajak/mempengaruhi orang lain untuk
menggunakan jasa KJKS BMT Mardlotillah
(89%). Selaras dengan hasil
penelitian Mahri (2006), bahwa semakin tinggi mutu
pelayanan.
Dalam aspek kesehatan
kinerja, terutama di bidang keuangan diperoleh hasil
berikut:
a.
Penilaian kinerja kesehatan KJKS BMT Mardlotillah 81,76 dengan predikat
Sehat
b. Rasio Kecukupan Modal/CAR 11,40% berada pada
predikat Sehat
c.
Rasio tingkat piutang dan pembiayaan bermasalah terhadap jumlah piutang dan
pembiayaan 4,55% berada pada predikat lancer
d.
Rasio pembiayaan berisiko terhadap jumlah piutang dan pembiayaan 2,86%
berada
pada predikat berisiko rendah
e.Rasio biaya operasional pelayanan terhadap
partisipasi bruto (pendapatan dari
partisipasi
anggota) 64,68% berada pada predikat efisien
Dalam
aspek pelaksanaan, prinsip syariah yang dicapai adalah:
a.
Skor Kepatuhan Prinsip Syariah dari KJKS BMT Mardlotillah 8% (dari standar
10%),
berada pada predikat patuh
b. 90% anggota setuju bahwa pengelolaan usaha
KJKS sudah sesuai prinsip
syariah
c. KJKS telah menjalankan kegiatan maal
(sosial) melalui penyaluran
dana ZIS.
M.
Kekuatan :
a. SDM Pengelola/Karyawan Potensial KJKS BMT Mardlotillah memiliki SDM
Pengelola/Karyawan
dengan tingkat Pendidikan Tinggi (D3-S2) dan memiliki
komitman dalam pemberdayaan
anggota dan calon anggota dari masyarakat
sekitar
b. Pelayanan Ramah
dan Tanggap KJKS BMT Mardlotillah memberikan
pelayanan yang memberikan kepuasan anggota
terutama daya tanggap dan
empati pada
anggota
c. Lokasi Usaha Strategik KJKS BMT
Mardlotillah berlokasi di pasar
Tanjungsari sebagai lokasi starategik tempat
transaksi anggota dari kalangan
petani, peternak,
pengrajin dan pedagang di Kecamatan Tanjungsari.
N. Kelemahan:
a. Pengawasan manajemen dan prinsip syariah. Keterbatasan pengawasan
manajemen dan prinsip syariah
disebabkan masih belum sempurnanya sistem
teknologi informasi dan
Standar Operasional Manajemen/Standar Operasional
Prosedur (SOM/SOP)
b. Minimnya minat anggota
untuk menabung Anggota lebih banyak melakukan
pinjaman pembiayaan
dibandingkan menabung. Sebagaian besar modal
koperasai berasal dari
lembaga keuangan dan lembaga donor
c. Besarnya pembiayaan bermasalah. Walaupun
masih dibawah normal atau
standar kepatutan
lembaga keuangan, namun besarnya pembiayaan
bermasalah masih cukup
besar nilainya di bandingkan modal sendiri koperasi.